Kapan Waktu Terbaik untuk “Nge-charge” Gadget?

 

Tidak dipungkiri di saat seperti sekarang ini, mobile phone merupakan perangkat penting untuk membantu kita dalam berkomunikasi. Menjadikan kita semakin terkoneksi dengan orang lain, dan mendukung dalam beraktivitas.

Baterai merupakan hal yang penting untuk mobile phone dan perangkat digital lainnya bisa tetap aktif dan digunakan, terkadang kita juga masih belum tahu kapan waktu yang tepat untuk mengisi ulang kembali (charge). Di bawah ini ada artikel yang cukup bermanfaat kapan waktu yang tepat untuk melakukan “charge”. Ada yang tahu?

10% dari kapasitas baterai.

KOMPAS.com – Baterai lithium-ion tak selalu cepat menyerap daya saat diisi. Ada kondisi tertentu yang memungkinkan listrik bisa lekas tersimpan, tepatnya ketika baterai sudah hampir kosong ketika mulai diisi kembali.

Setidaknya itulah yang disebutkan oleh seorang teknisi bernama Mark Carlson dari Motorola.

“Secara umum, sebuah baterai bisa menerima charging rate yang lebih tinggi saat sisa kapasitas dayanya sudah rendah, ketimbang masih tinggi,” ujar Carlson sebagaimana dirangkum KompasTekno dariForbes, Senin (28/3/2016).

“Jadi, baterai yang sisanya tinggal 10 persen biasanya bisa lebih cepat diisi ketimbang saat sisa dayanya masih 50 persen,” imbuh dia.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana saja. Baterai lithium-ion pada gadget modern dibekali mekanisme perlindungan terhadap overcharge alias kelebihan pengisian.

Mekanisme ini diterapkan dengan cara memperlambat kecepatancharging saat kapasitas yang terisi sudah melewati batas-batas tertentu, supaya pengisian daya bisa lebih mudah dihentikan ketika baterai sudah menjelang penuh.

Biasanya femomena di atas bisa diamati ketika baterai sudah hampirfull. Ketika kapasitas sudah berada di kisaran 90 persen, penambahan persentase bakal berlangsung lebih lambat ketimbang sebelumnya.

Tentu, kecepatan pengisian baterai bergantung pula pada faktor-faktor lain seperti jenis smartphone dan kemampuan charger yang dipakai.

Sebuah ponsel dengan kapabilitas quick charge, misalnya, bakal kesulitan mengisi baterai dengan cepat apabila dipasangkan dengan charger yang tidak mendukung fitur serupa.

“Jadi, meskipun pengisian bisa lebih cepat saat sisa kapasitas baterai tinggal sedikit, hardware dan software di dalam sistem charging perlu mendukung juga,” kata Carlson.

 

Source :

http://tekno.kompas.com/read/2016/03/29/19430037/Kapan.Waktu.Terbaik.untuk.Nge-charge.Gadget.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s