24 Jam/ Hari Saja Tidak Cukup – Saatnya Melakukan Time Management

Image

 

Pernahkah kita merasa bahwa waktu itu terasa kurang saat kita menjalaninya? Terutama saat ada banyak hal-hal yang ingin kita raih namun , ada beberapa tanggung jawab yang menumpuk pada waktu yang bersamaan, semua hal yang ada dihadapan kita urgent dan sangat mendesak.

Ilustrasi : 

“Marlon seorang karyawan swasta, ia bekerja untuk banyak tujuan, untuk kebutuhan finansial, aktualisasi diri, memperluas networking, dll. Lulus S1, ia langsung mencari perusahaan yang ia minati dan menyesuaikan dengan latar belakang jurusan kuliah yang diambilnya di Universitas.

 

Semenjak bekerja, Marlon memasuki babak kehidupan baru. Ia harus mendedikasikan dirinya untuk kepentingan perusahaan, tidak lupa untuk kepentingan pribadinya juga. Kesibukan sudah berbeda dari kehidupan saat kuliah dulu (waktu kuliah setiap hari hanya belajar sekitar 4-6 jam, sisanya waktu kosong), kini dia dihadapkan dengan banyak dinamika aktivitas, contoh : pada hari yang sama Marlon harus bertemu supplier atau pihak luar perusahaan untuk meeting, mempersiapkan bahan presentasi, melakukan daily task dari job desknya, bertemu dengan masalah , rapat dengan atasan, banyak pekerjaan tertunda yang harus diselesaikan, atasan meminta update dari progress atau hasil pekerjaan kita, dsb. Ditambah lagi dengan kepentingan pribadi kita, bayar biaya ini itu (listrik, air, kontrak rumah, cicilan gadget, cicilan rumah, dll). 

 

Waktu terasa singkat untuk Marlon, bahkan untuk “me time” sekalipun, ia harus menukarnya dengan hal yang lebih mendesak atau hal lain yang menurutnya penting. Rencana yang sudah disusun terasa berantakan, dan end up dengan mood Marlon yang buruk di hari itu. Ia juga merasa dia tidak bisa memberikan dirinya ruang untuk belajar atau melakukan sesuatu di luar pekerjaan (self-improvement), kesehatan kacau balau, pola tidur mulai berantakan, hubungan dengan keluarga atau teman menjadi renggang, jarang komunikasi dengan orang terdekat, pekerjaan jadi menumpuk hingga bingung membagi prioritas mana yang harus dilakukan terlebih dahulu.”

 

Pernah merasakan hal yang serupa? Mungkin kita sendiri juga pernah mengalaminya, bahkan pernah bergumul “bisakah Tuhan memberikan waktu 27 jam dalam 1 hari?”

Sayangnya namun hebatnya….Tuhan adil. Kita semua punya jatah waktu 24 jam secara universal untuk umat manusia di dunia. Jadi apa yang salah? Pekerjaan kita atau kitanya sendiri?

Jawabannya mudah, kita.

Tanggung jawab, masalah, pekerjaan itu semua sudah menjadi bagian kita, dan kita sendiri sudah punya porsi masing-masing di dalam menggunakan waktu. Waktu 24 jam/ hari menjadi penyebut tetap di dalam pecahan efektifitas waktu yang kita berikan, pembilangnya adalah waktu yang kita gunakan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan dan cita-cita kita.

Pekerjaan pasti akan datang lagi silih berganti dari hari ke hari, toh bukankah karena itu kita bekerja? Kalau misalnya pekerjaan hanya datang 1 kali, saya rasa kita tidak perlu dihire oleh perusahaan yang merekrut kita. Masalah juga akan datang terus, baik yang bisa kita kontrol maupun masalah yang di luar kendali kita. 

Saya merasakannya, itu menyakitkan, dan itu membuat saya tidak nyaman, dan itu baik saat saya merasa tidak nyaman dengan seperti ini, artinya saya harus membuat revolusi kecil di dalam hidup saya untuk menata kehidupan saya. Ada beberapa tips yang mungkin saya bisa bagikan untuk kita bisa membuat time management yang baik, antara lain :

  1. Kenali Diri Kita – Seberapa besar kita sudah mengenal diri kita sendiri, kemampuan, kelebihan serta kekurangan kita. Contoh : Bila kita sudah kenal diri kita sendiri dengan baik, pastinya kita tahu kemana kita mau bergerak, ke arah mana kita mau menuju mencapai tujuan hidup kita, sama halnya dengan kelebihan dan kekurangan, misalnya kita adalah orang yang pelupa dan sulit untuk meremind rencana kerja kita, buatlah di gadget kesayangan kita untuk punya fungsi sedikit bagi kebaikan kita, tidah hanya sebatas telepon atau sms. Sisanya coba anda terka sendiri harus seperti apa mengenal diri anda 🙂
  2. Fokus – Kita tidak bisa menapakkan kaki pada 3 puncak gunung pada waktu yang bersamaan, Jadi fokuslah pada 1 hal, yang menurut kita paling penting dan mendesak, serta punya manfaat terbesar buat kita maupun perusahaan kita. 
  3. Buatlah Prioritas Hidup – yang mana yang menjadi prioritas di dalam hidup anda? Pekerjaan, Orang Tua, Keluarga, Anak, Istri, Tuhan, Teman, atau apa? Urutkanlah apa yang bagi kita menjadi prioritas hidup kita. Kalau saya : Tuhan, Keluarga, Teman, Pekerjaan (kenapa pekerjaan terakhir? coba bayangkan kalau anda kehilangan keluarga/teman, bayangkan juga kehilangan pacar, mana yang paling menyakitkan?). Kalau prioritas anda seperti apa?
  4. Gunakan Time Management Matrix – Ini akan membantu kita untuk mendefinisikan aktivitas berdasarkan hal kepentingan dan urgensinya. Jangan-jangan selama ini kita fokus sama “distractions”? Correct me if i’m wrong.Image
  5. Jadikan point di atas sebagai habit – jadikan semua hal di atas sebagai kebiasaan. 

Itu saja dulu ya share dari saya, semoga bermanfaat 🙂

Never blame time, Never blame time creator

Never blame time user, But always do right thing on the right time. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s