TV Bak Pelita, Pembuat Gelap Gulita. (What You Watch What You Are)

Hai semuanya!

Barusan baca di KasKus tentang artikel ini yang dibuat frekuensimilikpublik.org,

Mungkin saya di sini tidak secara khusus menjelaskan secara teknis apa dan siapa itu frekuensimilikpublik.org, untuk tahu jelasnya mungkin pembaca bisa sekalian mengunjungi websitenya langsung.

Di bawah ini video yang mungkin akan menggelitik kita,

bahwa apa yang mungkin selama ini kita serap melalui tayangan dan program televisi itulah yang membentuk kita sebagai personal. Bisa jadi kan?

Lalu bagaimana kalau misalnya generasi anak-anak saat ini di 10 tahun yang akan datang,

apabila mereka semenjak sekarang mengkonsumsi tayangan-tayangan yang bukan mengajarkan nilai positif, diisi dengan kabar perceraian artis, diisi dengan tayangan-tayangan sensual, penggambaran gaya hidup konsumtif, serba mewah, mau serba instan….Jadi apa mereka di masa yang akan datang?

Enjoy the video and plase give feedback :)

Career

Best Quote To Boost Your Career

Hi guys, maybe sometimes you have exhausted enough about your career. Sick about what you do in your carrer.

May these powerful quotes below can heal and boost you up. Enjoy your carrer! Enjoy your Life!

  • A man is a success if he gets up in the morning and gets to bed at night, and in between he does what he wants to do. – Bob Dylan
  • He knows nothing and thinks he knows everything. That points clearly to a political career. – George Bernard Shaw
  • By working faithfully eight hours a day you may eventually get to be a boss and work twelve hours a day. – Robert Frost
  • Don’t confuse having a career with having a life. – Hillary Clinton
  • If the career you have chosen has some unexpected inconvenience, console yourself by reflecting that no career is without them. – Jane Fonda
  • If you don’t wake up in the morning excited to pick up where you left your work yesterday, you haven’t found your calling yet. -Mike Wallace
  • Think big and don’t listen to people who tell you it can’t be done. Life’s too short to think small. -Tim Ferriss
  • Choose a job you love and you will never have to work a day in your life. –Confucius
  • You will never feel 100% ready when an opportunity arises. So just do it. – Unknown
  • The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. -Eleanor Roosevelt
  • I’ve missed more than 9000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times, I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed. – Michael Jordan
  • If you don’t build your dream. Someone will hire you to help build theirs. – Tony Gaskins.
  • Forget the risk and take the fall, if it’s what you want, then it’s worth the fall. – Unknown
  • A good manager is a man who isn’t worried about his own career but rather the careers of those who work for him. -H. S. M. Burns
  • The difference between a job and a career is the difference between forty and sixty hours a week. – Robert Frost

Hasil Rekapitulasi PEMILU 2014 : SELAMAT DATANG PAK PEMIMPIN INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dari 33 provinsi. Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, itu selesai kira-kira pukul 17.15 WIB Selasa (22/7/2014). KPU akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara secara keseluruhan sekaligus menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih pada pukul 20.00 WIB.

Berikut hasil rekapitulasi suara seluruh provinsi:

1. Kalimantan Barat
Prabowo-Hatta: 1.032.354 (39,62 persen)
Jokowi-JK: 1.573.046 (60,38 persen)
Total suara sah: 2.605.400

2. Nusa Tenggara Barat
Prabowo-Hatta: 1.844.178 (72,45 persen)
Jokowi-JK: 701.238 (27,55 persen)
Total suara sah: 2.545.416

3. Nanggroe Aceh Darussalam
Prabowo-Hatta: 1.089.290 (54,39 persen)
Jokowi-JK: 913.309 (45,61 persen)
Total suara sah: 2.002.599

4. Sumatera Selatan
Prabowo-Hatta: 2.132.163 (51,26 persen)
Jokowi-JK: 2.027.049 (48,74 persen)
Total suara sah: 4.159.212

5. Kalimantan Selatan
Prabowo-Hatta: 941.809 (50,05 persen)
Jokowi-JK: 939.748 (49,95 persen)
Total suara sah: 1.881.557

6. Kepulauan Riau
Prabowo-Hatta: 332.908 (40,37 persen)
Jokowi-JK: 491.819 (59,63 persen)
Total suara sah: 824.727

7. Jambi
Prabowo-Hatta: 871.316 (49,25 persen)
Jokowi-JK: 897.787 (50,75 persen)
Total suara sah: 1.769.103

8. Kepulauan Bangka Belitung
Prabowo-Hatta: 200.706 (32,74 persen)
v412.359 (67,26 persen) (613.065

9. DI Yogyakarta
Prabowo-Hatta: 977.342 (44,19 persen)
Jokowi-JK: 1.234.249 (55,81 persen)
Total suara sah: 2.211.591

10. Bengkulu
Prabowo-Hatta: 433.173 (45,27 persen)
Jokowi-JK: 523.669 (54,73 persen)
Total suara sah: 956.842

11. Sulawesi Barat
Prabowo-Hatta: 165.494 (26,63 persen)
Jokowi-JK: 456.021 (73,37 persen)
Total suara sah: 621.515

12. Kalimantan Tengah
Prabowo-Hatta: 468.277 (40,21 persen)
Jokowi-JK: 696.199 (59,79 persen)
Total suara sah: 1.164.476

13. Gorontalo
Prabowo-Hatta: 378.735 (63,10 persen)
Jokowi-JK: 221.497 (36,90 persen)
Total suara sah: 600.232

14. Sulawesi Tenggara
Prabowo-Hatta: 511.134 (45,10 persen)
Jokowi-JK: 622.217 (54,90 persen)
Total suara sah: 1.133.351

15. Sumatera Barat
Prabowo-Hatta: 1.797.505 (76,92 persen)
Jokowi-JK: 539.308 (23,08 persen)
Total suara sah: 2.336.813

16. Bali
Prabowo-Hatta: 614.241 (28,58 persen)
Jokowi-JK: 1.535.110 (71,42 persen)
Total suara sah: 2.149.351

17. Riau
Prabowo-Hatta: 1.349.338 (50,12 persen)
Jokowi-JK: 1.342.817 (49,88 persen)
Total suara sah: 2.692.155

18. Maluku
Prabowo-Hatta: 433.981 (49,48 persen)
Jokowi-JK: 443.040 (50,52 persen)
Total suara sah: 877.021

19. Sulawesi Tengah
Prabowo-Hatta: 632.009 (45,17 persen)
Jokowi-JK: 767.151 (54,83 persen)
Total suara sah: 1.399.160

20. Jawa Tengah
Prabowo-Hatta: 6.485.720 (33,35 persen)
Jokowi-JK: 12.959.540 (66,65 persen)
Total suara sah: 19.445.260

21. Jawa Barat
Prabowo-Hatta: 14.167.381 (59,78 persen)
Jokowi-JK: 9.530.315 (40,22 persen)
Total suara sah: 23.697.696

22. Lampung
Prabowo-Hatta: 2.033.924 (46,93 persen)
Jokowi-JK: 2.299.889 (53,07 persen)
Total suara sah: 4.333.813

23. Sulawesi Utara
Prabowo-Hatta: 620.095 (46,12 persen)
Jokowi-JK: 724.553 (53,88 persen)
Total suara sah: 1.344.648

24. Kalimantan Timur
Prabowo-Hatta: 687.734 (36,62 persen)
Jokowi-JK: 1.190.156 (63,38 persen)
Total suara sah: 1.877.890

25. Sumatera Utara
Prabowo-Hatta: 2.831.514 (44,76 persen)
Jokowi-JK: 3.494.853 (55,24 persen)
Total suara sah: 6.326.367

26. Papua Barat
Prabowo-Hatta: 172.528 (32,37 persen)
Jokowi-JK: 360.379 (67,63 persen)
Total suara sah: 532.907

27. Banten
Prabowo-Hatta: 3.192.671 (57,10 persen)
Jokowi-JK: 2.398.631 (42,90 persen)
Total suara sah: 5.591.302

28. Nusa Tenggara Timur
Prabowo-Hatta: 769.391 (34,08 persen)
Jokowi-JK: 1.488.076 (65,92 persen)
Total suara sah: 2.257.467

29. Sulawesi Selatan
Prabowo-Hatta: 1.214.857 (28,57 persen)
Jokowi-JK: 3.037.026 (71,43 persen)
Total suara sah: 4.251.883

30. Jawa Timur
Prabowo-Hatta: 10.277.088 (46,83 persen)
Jokowi-JK: 11.669.313 (53,17 persen)
Total suara sah: 21.946.401

31. Papua
Prabowo-Hatta: 769.132 (27,51 persen)
Jokowi-JK: 2.026.735 (72,49 persen)
Total suara sah: 2.795.867

32. Maluku Utara
Prabowo-Hatta: 306.792 (54,45 persen)
Jokowi-JK: 256.601 (45,55 persen)
Total suara sah: 563.393

33. DKI Jakarta
Prabowo-Hatta: 2.528.064 (46,92 persen)
Jokowi-JK: 2.859.894 (53,08 persen)
Total suara sah: 5.387.958

Jumlah Total (33 provinsi)
Prabowo-Hatta: 62.262.844 (46,85 persen)
Jokowi-JK: 70.633.594 (53,15 persen)
Total suara sah: 132.896.438

 

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/22/18235991/ini.hasil.rekapitulasi.suara.pilpres.di.33.provinsi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

THE MAN BEHIND “KAWALPEMILU.ORG”

Sekalipun tinggal di negeri jiran Singapura, hati Ainun Najib (29) tak pernah lepas dari Indonesia. Keriuhan pemilu presiden kali ini, yang menciptakan polarisasi tajam di masyarakat, pun meresahkannya. Awalnya, dia berharap setelah pencoblosan pada 9 Juli 2014 keriuhan akan usai. Namun, persoalan ternyata jauh dari usai.

Malam hari setelah hari pencoblosan, dua pasangan calon presiden-calon wakil presiden mendeklarasikan kemenangan. Hitung cepat (quick count) yang selama ini bisa menjadi rujukan siapa pemenang pemilihan pun terbelah karena ada lembah. ”Saya melihat di sosial media, dua kubu saling klaim. Perang komentar ramai sekali dan mengerikan,” kata dia.

Pagi harinya, Ainun tidak masuk kantornya di salah satu perusahaan teknologi informasi (IT) internasional karena tidak enak badan. Namun, hari itu Ainun tidak bisa beristirahat dengan tenang. Dia terus memantau perkembangan berita hasil pemilu di Tanah Air.

Ainun Najib semakin terusik saat membaca berita tentang adanya salah satu kubu yang mengklaim telah menang berdasarkan real count yang dibuat. Belakangan, real count itu terbukti abal-abal karena hasilnya persis dengan hasil survei mereka pada 5 Juli. ”Artinya, real count itu bohong, tetapi banyak yang percaya. Padahal, rumor ini efeknya bisa menimbulkan gesekan,” kata pemuda yang lahir dan besar di desa kecil di Gresik, Jawa Timur.

Sebagai ahli komputer, Ainun merasa bisa melakukan sesuatu. ”Saya khawatir kalau tidak ada sumber informasi yang melaporkan hasil pemilu secara independen, terbuka, dan bisa diverifikasi siapa pun akan menambah sengketa di masyarakat,” kata dia.

Pada hari itu, Ainun juga melihat video di YouTube yang menampilkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang menelepon Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). ”Intinya, Presiden meminta agar KPU mengajak semua pihak ikut mengawal jalannya rekapitulasi suara. Akhirnya, saya bertekad akan melakukan sesuatu untuk ikut mengawal pemilu,” ujar dia.

Ainun menghubungi temannya, ahli IT asal Indonesia yang bekerja di Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat, yang dia tahu memiliki kegelisahan sama. ”Kami pernah bertemu saat sama-sama mengikuti World Final ACM ICPC di Tokyo (Jepang) pada 2007,” kata dia. ”Setelah itu kami lebih sering berkomunikasi di sosial media.”

Sang kawan ini kemudian mengajak satu rekannya, anak muda Indonesia yang juga bekerja di Silicon Valley, untuk mengawal rekapitulasi suara. ”Saya memaparkan keinginan saya untuk mengawal rekapitulasi suara KPU,” ucap dia. ”Kebetulan saat itu KPU sudah membuka datanya kepada publik dalam bentuk C1 (formulir rekapitulasi suara tingkat TPS) yang di-scan. Akhirnya, keluarlah ide untuk membuat crowdsourcing.”

Ketiga pemuda ahli IT ini kemudian berbagi peran. Satu orang membuat server internal, yang lain membuat server publik. ”Saya kebagian peran sebagai koordinator desain website-nya dan menggalang sukarelawan,” kata Ainun.

Dalam dua hari, desain situs web itu selesai. ”Biayanya sangat murah. Kami hanya beli domain 10 dollar AS. Belakangan saja harus keluarkan dana lagi, sekitar 15 dollar AS, untuk membentengi dari serangan peretas yang ingin mengganggu situs kami. Jadi, total sampai sekarang hanya menghabiskan uang 25 dollar AS, itu yang bayar dua kawan yang di Amerika,” kisah Ainun.

Bagi Ainun, persoalan rekapitulasi suara ini sebetulnya sederhana. ”Itu cuma tambah-tambahan saja. Seharusnya tidak mungkin meleset kalau tidak ada kepentingan politik kotor. Salah satu anggota tim kami bahkan mengatakan, ’Masak urusan tambah-tambahan saja bangsa kita tidak bisa.’ Memang ada benarnya. Ini hal yang sebetulnya mudah, kenapa dipersulit,” kata dia. Ainun juga mengaku jengkel karena ayahnya, seorang pengasuh pesantren, mendapat kiriman Obor Rakyat yang berisi kampanye hitam terhadap seorang capres.

Begitu desainnya selesai, Ainun segera menggalang sukarelawan melalui jejaring media sosial, utamanya Facebook. Dia memberi nama situsnya http://www.kawalpemilu.org. Dalam waktu singkat, ratusan orang, baik dari dalam maupun luar negeri, mendaftar untuk bergabung. ”Hingga kami tutup pendaftarannya, ada 700 sukarelawan yang membantu kami meng-input data,” kata dia.

Mereka yang menjadi sukarelawan berasal dari dua kubu pendukung calon presiden, bahkan mereka yang ”golput” pun turut serta. Para sukarelawan ini bergotong royong meng-input isian C1 yang sebelumnya diunggah KPU di laman http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php. Kawal Pemilu paling cepat merekapitulasi C1, jauh melebihi kecepatan KPU, dengan keakuratan yang sangat tinggi.

Peduli kepada negeri

Antusiasme sukarelawan dalam pemilu kali ini memang luar biasa. Anak-anak muda yang biasa apatis dengan persoalan politik bergerak untuk turut serta dengan sukarela. ”Saya melihat partisipasi aktif masyarakat, terutama netizen, sangat besar. Ini membuktikan bahwa mereka sangat perhatian terhadap masa depan bangsa,” kata Ainun.

Walaupun bekerja di bidang programming, dia mengaku sangat peduli dengan perkembangan politik Indonesia. Sekalipun tinggal di perantauan, Ainun tetap punya perhatian besar terhadap nasib negara ini dan dia percaya perbaikan itu harus dimulai dari politiknya. Menurut Ainun, orang-orang baik harus didorong untuk mengisi lembaga legislatif dan mengisi jabatan-jabatan penting.

Kalau bisa pulang, Ainun mengaku akan memilih pulang dan berkarya di Indonesia. Dia mengaku terpaksa di luar negeri karena kondisi Indonesia yang belum memberikan ruang nyaman untuk berkarya di bidangnya. Namun, dia harus realistis juga, mengukur kelayakan hidup hal-hal praktis, pendidikan anak, keamanan keluarga, dan potensi untuk maju.

”Untuk dunia IT belum berkembang dengan baik di Indonesia. Bahkan, perusahaan saya punya cabang di Indonesia, tetapi ruang kerjanya berbeda. Di Indonesia mereka hanya jualan,” kata dia.

Ainun berharap Pemerintah Indonesia ke depan bisa lebih berkomitmen dengan pengembangan IT. Sebagai perbandingan, di Singapura, anak-anak muda yang hendak membangun usaha IT akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. ”Ada beberapa teman saya, orang Indonesia, membuat perusahaan startup di Singapura, mendapat dana hibah sekitar Rp 500 juta,” ujar dia.

Menurut Ainun, di dunia IT internasional, orang-orang Indonesia sebenarnya terkenal sangat jago. ”Dibandingkan dengan negara lain yang jago ngomong, kerja orang Indonesia dikenal lebih bagus etosnya. Orang kita enggak sombong, cenderung rendah hati, bahkan rendah diri. Low profile, but high performance. Inilah sejatinya kekayaan bangsa ini, bukan sekadar alamnya,” kata dia. ”Kekayaan alam itu cara pikir penjajah. Kita punya kekayaan manusia yang luar biasa,” kata ayah dari dua anak tersebut.

Ainun melihat potensi pengembangan IT ini sangat besar. Asal dibuat kebijakan yang memudahkan perizinan dan permodalan, bahkan bisa memberikan hibah, Ainun yakin Indonesia bisa mengatasi ketertinggalan. ”Kami, anak-anak muda ini, sudah mencoba melakukan sesuatu untuk Indonesia. Kini, kami hanya berharap siapa pun yang menang nanti berkomitmen untuk membangun negeri dan yang kalah mau legawa dan bersama-sama membangun negeri dengan semangat positif, tanpa fitnah,” ucap dia.

—————————————————————————

Ainun Najib

♦ Kelahiran: Gresik, 1985

♦ Riwayat sekolah:

– MI Islamiyah Ganggang, Balongpanggang, Gresik
- SLTPN 1 Balongpanggang, Gresik
- SMUN 5 Surabaya
- Nanyang Technological University, Singapura, jurusan Computer Engineering
- Saat ini bekerja sebagai IT Consultant di perusahaan IT terkemuka (tidak boleh disebut nama perusahaannya)

♦ Penghargaan:

– Bronze Medal Asia-Pacific Mathematical Olympiad 2003
- Mewakili Indonesia ke International Mathematical Olympiad 2002
- Sebagai tim menjuarai ACM ICPC (Inter Collegiate Programming Competition) Regional Asia di Teheran, Iran, 2006
- Mengikuti World Final ACM ICPC di Tokyo, Jepang 2007

 

Visi Misi Jokowi-JK dan Prabowo – Hatta

Ini dia visi misi dari Capres dan Cawapres kita yang akan saling merebut suara rakyat di 9 Juli nanti.

Mungkin ada dari teman-teman yang penasaran, apa saja yang menjadi agenda dan impian dari calon pemimpin Indonesia ini?

Silahkan mampir dan download bila perlu. Semoga ini membantu kita semua untuk lebih objektif lagi dalam memilih, selangkah menuju rakyat yang cerdas, berdaulat, dan menuju revolusi mental yang lebih baik.

 

 

sumber