Hasil Rekapitulasi PEMILU 2014 : SELAMAT DATANG PAK PEMIMPIN INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dari 33 provinsi. Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, itu selesai kira-kira pukul 17.15 WIB Selasa (22/7/2014). KPU akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara secara keseluruhan sekaligus menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih pada pukul 20.00 WIB.

Berikut hasil rekapitulasi suara seluruh provinsi:

1. Kalimantan Barat
Prabowo-Hatta: 1.032.354 (39,62 persen)
Jokowi-JK: 1.573.046 (60,38 persen)
Total suara sah: 2.605.400

2. Nusa Tenggara Barat
Prabowo-Hatta: 1.844.178 (72,45 persen)
Jokowi-JK: 701.238 (27,55 persen)
Total suara sah: 2.545.416

3. Nanggroe Aceh Darussalam
Prabowo-Hatta: 1.089.290 (54,39 persen)
Jokowi-JK: 913.309 (45,61 persen)
Total suara sah: 2.002.599

4. Sumatera Selatan
Prabowo-Hatta: 2.132.163 (51,26 persen)
Jokowi-JK: 2.027.049 (48,74 persen)
Total suara sah: 4.159.212

5. Kalimantan Selatan
Prabowo-Hatta: 941.809 (50,05 persen)
Jokowi-JK: 939.748 (49,95 persen)
Total suara sah: 1.881.557

6. Kepulauan Riau
Prabowo-Hatta: 332.908 (40,37 persen)
Jokowi-JK: 491.819 (59,63 persen)
Total suara sah: 824.727

7. Jambi
Prabowo-Hatta: 871.316 (49,25 persen)
Jokowi-JK: 897.787 (50,75 persen)
Total suara sah: 1.769.103

8. Kepulauan Bangka Belitung
Prabowo-Hatta: 200.706 (32,74 persen)
v412.359 (67,26 persen) (613.065

9. DI Yogyakarta
Prabowo-Hatta: 977.342 (44,19 persen)
Jokowi-JK: 1.234.249 (55,81 persen)
Total suara sah: 2.211.591

10. Bengkulu
Prabowo-Hatta: 433.173 (45,27 persen)
Jokowi-JK: 523.669 (54,73 persen)
Total suara sah: 956.842

11. Sulawesi Barat
Prabowo-Hatta: 165.494 (26,63 persen)
Jokowi-JK: 456.021 (73,37 persen)
Total suara sah: 621.515

12. Kalimantan Tengah
Prabowo-Hatta: 468.277 (40,21 persen)
Jokowi-JK: 696.199 (59,79 persen)
Total suara sah: 1.164.476

13. Gorontalo
Prabowo-Hatta: 378.735 (63,10 persen)
Jokowi-JK: 221.497 (36,90 persen)
Total suara sah: 600.232

14. Sulawesi Tenggara
Prabowo-Hatta: 511.134 (45,10 persen)
Jokowi-JK: 622.217 (54,90 persen)
Total suara sah: 1.133.351

15. Sumatera Barat
Prabowo-Hatta: 1.797.505 (76,92 persen)
Jokowi-JK: 539.308 (23,08 persen)
Total suara sah: 2.336.813

16. Bali
Prabowo-Hatta: 614.241 (28,58 persen)
Jokowi-JK: 1.535.110 (71,42 persen)
Total suara sah: 2.149.351

17. Riau
Prabowo-Hatta: 1.349.338 (50,12 persen)
Jokowi-JK: 1.342.817 (49,88 persen)
Total suara sah: 2.692.155

18. Maluku
Prabowo-Hatta: 433.981 (49,48 persen)
Jokowi-JK: 443.040 (50,52 persen)
Total suara sah: 877.021

19. Sulawesi Tengah
Prabowo-Hatta: 632.009 (45,17 persen)
Jokowi-JK: 767.151 (54,83 persen)
Total suara sah: 1.399.160

20. Jawa Tengah
Prabowo-Hatta: 6.485.720 (33,35 persen)
Jokowi-JK: 12.959.540 (66,65 persen)
Total suara sah: 19.445.260

21. Jawa Barat
Prabowo-Hatta: 14.167.381 (59,78 persen)
Jokowi-JK: 9.530.315 (40,22 persen)
Total suara sah: 23.697.696

22. Lampung
Prabowo-Hatta: 2.033.924 (46,93 persen)
Jokowi-JK: 2.299.889 (53,07 persen)
Total suara sah: 4.333.813

23. Sulawesi Utara
Prabowo-Hatta: 620.095 (46,12 persen)
Jokowi-JK: 724.553 (53,88 persen)
Total suara sah: 1.344.648

24. Kalimantan Timur
Prabowo-Hatta: 687.734 (36,62 persen)
Jokowi-JK: 1.190.156 (63,38 persen)
Total suara sah: 1.877.890

25. Sumatera Utara
Prabowo-Hatta: 2.831.514 (44,76 persen)
Jokowi-JK: 3.494.853 (55,24 persen)
Total suara sah: 6.326.367

26. Papua Barat
Prabowo-Hatta: 172.528 (32,37 persen)
Jokowi-JK: 360.379 (67,63 persen)
Total suara sah: 532.907

27. Banten
Prabowo-Hatta: 3.192.671 (57,10 persen)
Jokowi-JK: 2.398.631 (42,90 persen)
Total suara sah: 5.591.302

28. Nusa Tenggara Timur
Prabowo-Hatta: 769.391 (34,08 persen)
Jokowi-JK: 1.488.076 (65,92 persen)
Total suara sah: 2.257.467

29. Sulawesi Selatan
Prabowo-Hatta: 1.214.857 (28,57 persen)
Jokowi-JK: 3.037.026 (71,43 persen)
Total suara sah: 4.251.883

30. Jawa Timur
Prabowo-Hatta: 10.277.088 (46,83 persen)
Jokowi-JK: 11.669.313 (53,17 persen)
Total suara sah: 21.946.401

31. Papua
Prabowo-Hatta: 769.132 (27,51 persen)
Jokowi-JK: 2.026.735 (72,49 persen)
Total suara sah: 2.795.867

32. Maluku Utara
Prabowo-Hatta: 306.792 (54,45 persen)
Jokowi-JK: 256.601 (45,55 persen)
Total suara sah: 563.393

33. DKI Jakarta
Prabowo-Hatta: 2.528.064 (46,92 persen)
Jokowi-JK: 2.859.894 (53,08 persen)
Total suara sah: 5.387.958

Jumlah Total (33 provinsi)
Prabowo-Hatta: 62.262.844 (46,85 persen)
Jokowi-JK: 70.633.594 (53,15 persen)
Total suara sah: 132.896.438

 

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/22/18235991/ini.hasil.rekapitulasi.suara.pilpres.di.33.provinsi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

THE MAN BEHIND “KAWALPEMILU.ORG”

Sekalipun tinggal di negeri jiran Singapura, hati Ainun Najib (29) tak pernah lepas dari Indonesia. Keriuhan pemilu presiden kali ini, yang menciptakan polarisasi tajam di masyarakat, pun meresahkannya. Awalnya, dia berharap setelah pencoblosan pada 9 Juli 2014 keriuhan akan usai. Namun, persoalan ternyata jauh dari usai.

Malam hari setelah hari pencoblosan, dua pasangan calon presiden-calon wakil presiden mendeklarasikan kemenangan. Hitung cepat (quick count) yang selama ini bisa menjadi rujukan siapa pemenang pemilihan pun terbelah karena ada lembah. ”Saya melihat di sosial media, dua kubu saling klaim. Perang komentar ramai sekali dan mengerikan,” kata dia.

Pagi harinya, Ainun tidak masuk kantornya di salah satu perusahaan teknologi informasi (IT) internasional karena tidak enak badan. Namun, hari itu Ainun tidak bisa beristirahat dengan tenang. Dia terus memantau perkembangan berita hasil pemilu di Tanah Air.

Ainun Najib semakin terusik saat membaca berita tentang adanya salah satu kubu yang mengklaim telah menang berdasarkan real count yang dibuat. Belakangan, real count itu terbukti abal-abal karena hasilnya persis dengan hasil survei mereka pada 5 Juli. ”Artinya, real count itu bohong, tetapi banyak yang percaya. Padahal, rumor ini efeknya bisa menimbulkan gesekan,” kata pemuda yang lahir dan besar di desa kecil di Gresik, Jawa Timur.

Sebagai ahli komputer, Ainun merasa bisa melakukan sesuatu. ”Saya khawatir kalau tidak ada sumber informasi yang melaporkan hasil pemilu secara independen, terbuka, dan bisa diverifikasi siapa pun akan menambah sengketa di masyarakat,” kata dia.

Pada hari itu, Ainun juga melihat video di YouTube yang menampilkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang menelepon Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). ”Intinya, Presiden meminta agar KPU mengajak semua pihak ikut mengawal jalannya rekapitulasi suara. Akhirnya, saya bertekad akan melakukan sesuatu untuk ikut mengawal pemilu,” ujar dia.

Ainun menghubungi temannya, ahli IT asal Indonesia yang bekerja di Silicon Valley, San Francisco, Amerika Serikat, yang dia tahu memiliki kegelisahan sama. ”Kami pernah bertemu saat sama-sama mengikuti World Final ACM ICPC di Tokyo (Jepang) pada 2007,” kata dia. ”Setelah itu kami lebih sering berkomunikasi di sosial media.”

Sang kawan ini kemudian mengajak satu rekannya, anak muda Indonesia yang juga bekerja di Silicon Valley, untuk mengawal rekapitulasi suara. ”Saya memaparkan keinginan saya untuk mengawal rekapitulasi suara KPU,” ucap dia. ”Kebetulan saat itu KPU sudah membuka datanya kepada publik dalam bentuk C1 (formulir rekapitulasi suara tingkat TPS) yang di-scan. Akhirnya, keluarlah ide untuk membuat crowdsourcing.”

Ketiga pemuda ahli IT ini kemudian berbagi peran. Satu orang membuat server internal, yang lain membuat server publik. ”Saya kebagian peran sebagai koordinator desain website-nya dan menggalang sukarelawan,” kata Ainun.

Dalam dua hari, desain situs web itu selesai. ”Biayanya sangat murah. Kami hanya beli domain 10 dollar AS. Belakangan saja harus keluarkan dana lagi, sekitar 15 dollar AS, untuk membentengi dari serangan peretas yang ingin mengganggu situs kami. Jadi, total sampai sekarang hanya menghabiskan uang 25 dollar AS, itu yang bayar dua kawan yang di Amerika,” kisah Ainun.

Bagi Ainun, persoalan rekapitulasi suara ini sebetulnya sederhana. ”Itu cuma tambah-tambahan saja. Seharusnya tidak mungkin meleset kalau tidak ada kepentingan politik kotor. Salah satu anggota tim kami bahkan mengatakan, ’Masak urusan tambah-tambahan saja bangsa kita tidak bisa.’ Memang ada benarnya. Ini hal yang sebetulnya mudah, kenapa dipersulit,” kata dia. Ainun juga mengaku jengkel karena ayahnya, seorang pengasuh pesantren, mendapat kiriman Obor Rakyat yang berisi kampanye hitam terhadap seorang capres.

Begitu desainnya selesai, Ainun segera menggalang sukarelawan melalui jejaring media sosial, utamanya Facebook. Dia memberi nama situsnya http://www.kawalpemilu.org. Dalam waktu singkat, ratusan orang, baik dari dalam maupun luar negeri, mendaftar untuk bergabung. ”Hingga kami tutup pendaftarannya, ada 700 sukarelawan yang membantu kami meng-input data,” kata dia.

Mereka yang menjadi sukarelawan berasal dari dua kubu pendukung calon presiden, bahkan mereka yang ”golput” pun turut serta. Para sukarelawan ini bergotong royong meng-input isian C1 yang sebelumnya diunggah KPU di laman http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php. Kawal Pemilu paling cepat merekapitulasi C1, jauh melebihi kecepatan KPU, dengan keakuratan yang sangat tinggi.

Peduli kepada negeri

Antusiasme sukarelawan dalam pemilu kali ini memang luar biasa. Anak-anak muda yang biasa apatis dengan persoalan politik bergerak untuk turut serta dengan sukarela. ”Saya melihat partisipasi aktif masyarakat, terutama netizen, sangat besar. Ini membuktikan bahwa mereka sangat perhatian terhadap masa depan bangsa,” kata Ainun.

Walaupun bekerja di bidang programming, dia mengaku sangat peduli dengan perkembangan politik Indonesia. Sekalipun tinggal di perantauan, Ainun tetap punya perhatian besar terhadap nasib negara ini dan dia percaya perbaikan itu harus dimulai dari politiknya. Menurut Ainun, orang-orang baik harus didorong untuk mengisi lembaga legislatif dan mengisi jabatan-jabatan penting.

Kalau bisa pulang, Ainun mengaku akan memilih pulang dan berkarya di Indonesia. Dia mengaku terpaksa di luar negeri karena kondisi Indonesia yang belum memberikan ruang nyaman untuk berkarya di bidangnya. Namun, dia harus realistis juga, mengukur kelayakan hidup hal-hal praktis, pendidikan anak, keamanan keluarga, dan potensi untuk maju.

”Untuk dunia IT belum berkembang dengan baik di Indonesia. Bahkan, perusahaan saya punya cabang di Indonesia, tetapi ruang kerjanya berbeda. Di Indonesia mereka hanya jualan,” kata dia.

Ainun berharap Pemerintah Indonesia ke depan bisa lebih berkomitmen dengan pengembangan IT. Sebagai perbandingan, di Singapura, anak-anak muda yang hendak membangun usaha IT akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. ”Ada beberapa teman saya, orang Indonesia, membuat perusahaan startup di Singapura, mendapat dana hibah sekitar Rp 500 juta,” ujar dia.

Menurut Ainun, di dunia IT internasional, orang-orang Indonesia sebenarnya terkenal sangat jago. ”Dibandingkan dengan negara lain yang jago ngomong, kerja orang Indonesia dikenal lebih bagus etosnya. Orang kita enggak sombong, cenderung rendah hati, bahkan rendah diri. Low profile, but high performance. Inilah sejatinya kekayaan bangsa ini, bukan sekadar alamnya,” kata dia. ”Kekayaan alam itu cara pikir penjajah. Kita punya kekayaan manusia yang luar biasa,” kata ayah dari dua anak tersebut.

Ainun melihat potensi pengembangan IT ini sangat besar. Asal dibuat kebijakan yang memudahkan perizinan dan permodalan, bahkan bisa memberikan hibah, Ainun yakin Indonesia bisa mengatasi ketertinggalan. ”Kami, anak-anak muda ini, sudah mencoba melakukan sesuatu untuk Indonesia. Kini, kami hanya berharap siapa pun yang menang nanti berkomitmen untuk membangun negeri dan yang kalah mau legawa dan bersama-sama membangun negeri dengan semangat positif, tanpa fitnah,” ucap dia.

—————————————————————————

Ainun Najib

♦ Kelahiran: Gresik, 1985

♦ Riwayat sekolah:

– MI Islamiyah Ganggang, Balongpanggang, Gresik
- SLTPN 1 Balongpanggang, Gresik
- SMUN 5 Surabaya
- Nanyang Technological University, Singapura, jurusan Computer Engineering
- Saat ini bekerja sebagai IT Consultant di perusahaan IT terkemuka (tidak boleh disebut nama perusahaannya)

♦ Penghargaan:

– Bronze Medal Asia-Pacific Mathematical Olympiad 2003
- Mewakili Indonesia ke International Mathematical Olympiad 2002
- Sebagai tim menjuarai ACM ICPC (Inter Collegiate Programming Competition) Regional Asia di Teheran, Iran, 2006
- Mengikuti World Final ACM ICPC di Tokyo, Jepang 2007

 

Visi Misi Jokowi-JK dan Prabowo – Hatta

Ini dia visi misi dari Capres dan Cawapres kita yang akan saling merebut suara rakyat di 9 Juli nanti.

Mungkin ada dari teman-teman yang penasaran, apa saja yang menjadi agenda dan impian dari calon pemimpin Indonesia ini?

Silahkan mampir dan download bila perlu. Semoga ini membantu kita semua untuk lebih objektif lagi dalam memilih, selangkah menuju rakyat yang cerdas, berdaulat, dan menuju revolusi mental yang lebih baik.

 

 

sumber

ALARM BAWAH SADAR

Pertama-tama saya akan menjelaskan apa sih Alarm Bawah Sadar itu?

Alarm Bawah Sadar adalah alarm alami/biologis yang dimiliki oleh setiap orang untuk dapat bangun dari kondisi tidur dengan tepat waktu tanpa menggunakan alarm dan tentunya dengan lebih segar dan siap beraktifitas. Bagi anda orang yang rajin akan lebih mudah mengimplementasikan alarm ini ketimbang anda yang malas hehe.. Tapi tenang aja, untuk kalian yang malas semua itu terjadi karena adanya “Pertentangan antara Keinginan V.S Imajinasi” yang akan saya beberkan di akhir artikel ini.

 Pernahkah kita tidur malam entah jam berapapun itu tapi pasti kita selalu bangun pada jam yang sama setiap hari tanpa dibangunkan oleh alarm?

Pernahkah sebelum tidur kita sudah memikirkan kapan waktu untuk bangun dan ternyata kita bangun tepat pada waktu yang kita inginkan tanpa pemicu dari suara alarm?

 Kalau jawaban kalian pernah atau sering, selamat anda dapat mengatur Alarm Bawah Sadar tersebut sesuka hati dan anda akan bisa mengatur waktu proyeksi waktu tidur anda menggunakan time distortion (menjadi lebih cepat/lambat) karena pada artikel ini saya akan memberitahu kepada anda caranya hehehe.

Untuk kalian yang tidak pernah usahakan untuk tidak bilang tidak pernah, ubahlah mindset anda menjadi belum pernah, karena kata “tidak” dan “belum” memiliki makna yg jauh berbeda, ngerti kan maksud saya? Good !!!

 

Manfaat Alarm Bawah Sadar, diantaranya:

  1.    Pola tidur menjadi efektif,
  2.    Mengoptimalkan fase tidur anda,
  3.    Tidak membutuhkan bantuan alarm untuk bangun tidur,
  4.    Bangun tidur tepat waktu dengan kondisi yang lebih segar,
  5.    Untuk tidur dengan memanfaatkan time distortion, bisa dilakukan sebagai “doping” ketika kita dalam kondisi yang kepepet     untuk tidur, atau memiliki waktu yang sedikit untuk tidur padahal kondisi kita ngantuk berat,
  6.    Dll (mungkin ada yang mau menambahkan?)

Kunci utama keberhasilan menggunakan Alarm Bawah Sadar adalah berdoa, yakinkan dalam hati & pikiran, terus berlatih hingga kalian bisa menggunakannya kapanpun yang dibutuhkan

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan  :

  1. Posisikan badan di tempat kalian ingin tidur.
  2. Kondisikan pikiran & tubuh agar tenang & relax.
  3. Lakukan pola nafas segitiga kurang lebih 10x, tarik nafas panjang dari hidung, tahan di dada sekitar 3 detik, keluarkan dari mulut secara perlahan.
  4. Lihat jam pada saat itu atau anda bisa menggunakan visualisasi, kemudian bayangkan jarum jam bergerak dengan cepatnya menuju waktu yang anda inginkan untuk bangun.
  5. Ucapkan doa/afirmasi kepada sang ilahi dan perintahkan diri kita untuk tepat bangun pada jam yang kita inginkan, katakan dalam hati dengan perasaan senang dan damai berulang-ulang. Contoh kalimat afirmasi sederhana: “Ya Tuhan, bangunkanlah diriku 5 jam dari sekarang tepatnya pukul 4 pagi dengan pikiran dan tubuh yang sehat & segar”
  6. Ketika dirasa cukup lakukan kembali pola nafas pada nomor 3
  7. Setelah itu pejamkan mata dan bersiap untuk masuk pada alam tidur anda, ingat baca doaa sebelum tidur menurut kepercayaan masing-masing ya.
  8. Semoga kita bisa bangun tepat pada jam yang kita inginkan

Ketika bangun tidur ingat untuk berdo’a dan selalu mengucap syukur kepada sang Ilahi atas kesempatan yang masih diberikan menghirup udara yang berlimpah. Inilah pelajaran yg dapat saya ambil, selalu bersyukur atas nikmat yang selalu diberikan Tuhan walaupun kesempatan melihat dunia itu sudah sering didapat setiap bangun tidur dan terjadi secara alami, tapi inilah yang manusia sering lupa untuk bersyukur. Oops.

Semoga bermanfaat

Tips Menyusun Konten SMS/Email ke Atasan Anda

Mungkin beberapa dari anda ada yang baru masuk ke dunia pekerjaan atau mengalami perpindahan pekerjaan, terkadang kita dihadapkan dengan keperluan komunikasi dengan atasan (baik atasan langsung maupun tidak).

Terkadang mungkin kita juga bingung bagaimana menyusun konten yang tepat. Semoga dengan tulisan saya ini bisa membantu Anda untuk berkomunikasi lebih jauh. Ingat “kesan pertama” itu selalu penting, berikut tips untuk menyusun konten via email/ text messaging ke atasan baru anda.

1. Dimulai dengan sapaan : Assalamu’alaikum wr wb atau assalamu’alaikum (jangan disingkat : ass, mekum, askum, karena hakikatnya salam adalah doa, jadi jangan disingkat. dulu, saya pun pernah menggunakan singkatan “ass” untuk menunjukkan salam, tapi kemudian saya ditegur teman saya, bahwa “ass” kemungkinan akan diartikan “pantat” oleh orang yang menerima pesan), atau selamat pagi, siang, sore…

 2. Sebutkan identitas anda : Atasan anda bukanlah phone book berjalan. Dia tidak akan menyimpan semua nomor telepon timnya di ponselnya. Keterbatasan memory kemungkinan bisa jadi penyebabnya. Jadi, sebaiknya anda sebutkan identitas anda. Misalkan : Saya Dono, dari divisi XX…..

 3. Tuliskan keperluan anda dengan singkat dan jelas : jangan terlalu bertele-tele, singkat tapi tetap memperhatikan kesopanan.

Misalkan : Hari ini saya ingin diskusi mengenai project xx, apakah bapak/ibu ada waktu?

 4. Ucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati anda.

 5. Akhiri dengan ucapan terima kasih.

 

Misalkan begini :

Selamat pagi Pak/Bu, saya Dono, dari divisi, maaf sebelumnya, saya mau menanyakan apakah besok Bapa/ ibu ada waktu untuk diskusi mengenai project xx? terima kasih.

 SMS di atas panjangnya 143 karakter, sehingga menurut saya tidak terlalu kepanjangan, juga tidak terlalu pendek, tapi atasan anda mengetahui maksud anda. Sisanya, saatnya pertemuan secara langsung :)